Aku malu mencintaimu dengan segala keterbatasanku
Beberapa kali aku berusaha berproses menjadi orang yang lebih “berkwalitas”
Tapi tampaknya aku masih saja malu
Aku malu bukan karena aku merasa gak pantas
Tapi aku malu karena aku belum bisa membuatmu bangga terhadapku
Dan sekarang aku masih terus berproses
Entah sampai kapan aku pun tak tahu
Mungkin aku akan berhenti ketika kamu mengatakan padaku “berhentilah membuatku bangga, aku mencintaimu apa adanya dengan segala keterbatasanmu, kamu dengan semua ke-KAMU-an mu, kamu dengan segala tingkah bodohmu, kamu dengan segala cerita gak pentingmu, kamu yang slalu memintaku jadi orang baik, kamu teman pertamaku di kota ini, kamu yang slalu minta dibangunin shalat tahajud, kamu yang slalu “aneh” ketika bertemu denganku, kamu yang dulu slalu menemaniku ketika aku terjaga, dan kamu yang slalu memanggilku TEMANKU YANG PALING BAEK “
maya dan realita kehidupan
Jumat, 01 Januari 2010
Langganan:
Komentar (Atom)
Blog Design by Gisele Jaquenod

