Minggu, 13 Desember 2009

berhati lapang

Terima kasih telah mengisi hari yang sepi wahai pencuri malam yang kejam

Gak sengaja baca tu kalimat di salah satu wall yang ada di facebooknya sapardi djoko damono. Tampaknya sepenggal kalimat itu cukup membuatku terdiam dan membuatku membacanya berulang kali.Kayak curcol gitu deh kayaknya.hhahaha. . .
Pantas gak sih berterima kasih sama pencuri yang kejam ? ? apalagi pencuri hati ( najis bgt dah bahasa aku,hhaha ) semuanya mungkin kembali ke diri masing-masing sih. Klo kita mau seumur hidup di hantui ma perasaan benci ma tu pencuri ya monggo aja sampeyan gak usah berterima kasih ma tu pencuri. Tapi klo gak mau jadi orang yang pendendam yauda kayak penggalan kalimat di atas aja, berterima kasih dengan lapang dada sama pencuri sekalipun dia kejam. Toh ada kalimat klise yang bunyinya ” klo orang laen jahat ma kita, gak perlu kita balas jahat juga ke tu orang”
Sesakit apapun kita disakitin oleh orang lain alangkah lebih bijaknya klo kita mau memaafkan. Toh memaafkan bukan berarti kita kalah,tapi kita mempunyai jiwa lapang :)
Untuk semua orang yang merasa tersakiti mari mulai sekarang kita memaafkan orang yang menyakiti kita,SEMANGAT !

1 komentar:

Anonim mengatakan...

hahha
najis tapi suka kan?

beti